Rabu, 03 April 2013

Metode Penelitian Sastra Bandingan



Metode sastra bandingan tidak jauh berbeda dengan metode kritik sastra, yang obyeknya lebih darti satu karya. Penekanan sastra bandingan adalah pada aspek kesejarahan teks. Itulah sebabnya sastra bandingan bersifat positivistik. Kajiannya bercorak binari (duaan) dan bertumpu pada rapport defaits, artinya perhubungan faktual antara dua buah teks yang diteliti secara pasti. Kegiatan yang dilakukan juga menganalisis, menafsirkan dan menilai karena obyeknya lebih dari satu, setiap obyek harus ditelaah, barulah hasil telaah tersebut diperbandingkan. Bisa saja, peneliti melakukan analisis struktural kedua karya, baru diperbandingkan. Dengan cara ini akan mempermudah peneliti melakukan bandingan. Setidaknya akan mudah ditemukan unsur persamaan dan perbedaan setiap karya sastra.
Penelitian sastra bandingan dengan metode diakronis merupakan penelitian resepsi sastra yang dilakukan terhadap tanggapan-tanggapan pembaca dalam beberapa periode. Namun, periode waktu yang dimaksud masih berada dalam satu rentang waktu.
Penelitian resepsi diakronis ini dilakukan atas tanggapan-tanggapan pembaca dalam beberapa periode yang berupa kritik sastra atas karya sastra yang dibacanya, maupun dari teks-teks yang muncul setelah karya sastra yang dimaksud. Umumnya penelitian resepsi diakronis dilakukan atas tanggapan pembaca yang berupa kritik sastra, baik yang termuat dalam media massa maupun dalam jurnal ilmiah.
Penelitian resepsi diakronis yang melihat bentuk fisik teks yang muncul sesudahnya dapat dilakukan melalui hasil intertekstual, penyalinan, penyaduran, maupun penerjemahan. Intertekstual merupakan fenomena resepsi pengarang dengan melibatkan teks yang pernah dibacanya dalam karya sastranya. Hasil intertekstual, penyalinan, penyaduran, maupun penerjemahan ini dapat dilakukan atas teks sastra lama maupun sastra modern
Kajian penelitian sastra bandingan yaitu:
1.      Penelitian bersifat Komparatif
Penelitian bersifat komparatif menitikberatkan pada penelaahan teks karya sastra yang dibandingkan, seperti studi pengaruh dan afinitas. Penelitian bersifat komparatif merupakan titik awal munculnya sastra bandingan. Penelitian ini dipandang sebagai Penelitian terpenting dalam sastra bandingan. Penelitian bersifat komparatif dapat berbentuk kajian pengaruh maupun kajian kesamaan. Penelitian yang bersifat komparatif juga dapat mencakup kajian mengenai tema maupun kajian genre.
2.      Penelitian bersifat historis
Penelitian bersifat historis memusatkan perhatian pada nilai-nilai historis yang melatarbelakangi antara karya sastra dengan karya sastra lainnya atau antar satu kesusastraan dengan kesusastraan lain, atau suatu karya sastra dengan masalah sosial dan filsafat. Penelitian ini dapat berupa masuknya suatu pemikiran, aliran, teori kritik sastra, ataupun genre masuknya genre sastra dari suatu negara ke negara lain.
3.      Penelitian bersifat teoretis
Penelitian bersifat teoretis adalah kajian pada bidang konsep, kriteria, batasan, atau aturan-aturan dalam berbagai bidang kesusastraan. Misalnya konsep mengenai aliran, genre, bentuk, teori, ataupun kritik sastra. Penelitian bersifat teoretis tidak menyentuh kajian sastra darimana pun.
4.      Penelitian bersifat antar disiplin
Di dalam Penelitian yang bersifat antar disiplin merupakan kajian yang cenderung  berfokus pada aliran Amerika. Penelitian ini membandingkan antara karya sastra dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, agama, dan seni yang lain. Karena luasnya ruang lingkup kajian ini, diperlukan pengetahuan yang luas pula untuk melakukan kajian. Fokus pembicaraan tetap pada karya sastra. Materi non sastra sebagai pembanding dipakai sebagai bantuan untuk memperjelas makna dari suatu karya sastra atau untuk mengetahui dasar pemikiran penulisnya.


DAFTAR PUSTAKA
Damono, Sapardi Djoko. 2005. Pegangan Penelitan Sastra Bandingan. Jakarta: Pusat
Bahasa.
Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media
Pressindo.
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1989. Teori Kesusastraan (diterjemahkan Melani
Budianta). Jakarta: PT Gramedia.

                                                                                                 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar