Rabu, 03 April 2013

Analisis Puisi Chairil Anwar


No.
Puisi
Keterangan
1.
Judul: Puisi Kehidupan
Isi : Puisi tersebut bercerita tentang keluh kesah dan penyesalan seseorang yang dalam kehidupannya merasa bahwa dirinya belum sepenuhnya menjalankan perintah Tuhannya. Di satu sisi seiring berjalannya waktu, umurnya semakin bertambah. Waktu tidak bisa dihentikan begitu saja, pada kenyataannya waktu akan tetap membawanya dalam lembaran yang baru apabila Tuhan mengizinkan.
           Penyair mengibaratkan umur seseorang dengan daun gugur yang artinya setiap tahunnya jatah hidup seseorang di dunia berkurang, dan umurnya bertambah pula itu juga terjadi karena izin Tuhannya.
            Dalam puisi itu, penyair menyadari bahwa setiap tahun umurnya semakin bertambah. Namun, selama dalam menjalani hidupnya dia masih belum banyak melakukan hal untuk kehidupan di akhiratnya yaitu diibaratkan penyair dengan ibadah yang kurang, dan meskipun penyair telah melakukan ibadah, dia merasa bahwa ibadah yang dilakukannya jauh dari kata khusyuk. Penyair itu merasa bahwa apa yang dia lakukan lebih mementingkan sisi duniawinya dari pada akhiratnya, sehingga menyisakan sebuah penyesalan dalam hidup penyair. Jika tahun depan Tuhan masih mengizinkan untuk hidup, maka penyair ingin merubah cara hidupnya menjadi lebih baik, misalnya lebih khusyuk dalam melakukan ibadah agar dalam hal duniawi dan akhiratnya seimbang, serta dia dapat mencapai kesempurnaan menjadi khalifah Tuhan.
2 kali baca
2.
Judul : Krawang-Bekasi
Isi: Puisi Krawang-Bekasi adalah puisi yang bercerita tentang para pahlawan Indonesia yang telah gugur dalam peperangan melawan penjajah. Jasad para pahlawan tersebut kini di makamkan di antara Kerawang dan Bekasi. Dalam puisi ini penyair mengibaratkan tentang keluh kesah para pahlawan yang telah gugur yaitu para pahlawan ingin para generasi yang akan datang tetap melanjutkan perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga tanah air Indonesia. Para pahlawan juga menginginkan agar generasi yang akan datang tidak pernah melupakan jasa-jasa para pahlawan yang telah merebut Indonesia dari tangan penjajah. Generasi yang akan datang seharusnya menghargai jasa-jasa para pahlawan yang rela gugur demi tanah air Indonesia.
4 kali baca

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar