Selasa, 02 April 2013

Kelemahan Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Bahasa Indonesia

Manusia merupakan makhluk sosial yaitu makhluk yang selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia membutuhkan bahasa sebagai alat komunikasi. Bahasa itu sendiri terbagi menjadi tiga yaitu bahasa lisan, bahasa tulis dan bahasa tubuh. Hampir semua orang bisa berbahasa lisan dan  hanya sebagian saja yang tidak bisa karena keterbatasan alat bicara sehingga menggunakan isyarat yang sering disebut dengan bahasa tubuh. Sedangkan tidak semua orang bisa berbahasa tulis dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dalam Bahasa Indonesia. Dalam berbahasa tulis yang baik dan benar akan senantiasa memperhatikan kaidah atau norma penulisan.
Dalam proses pembuatan sebuah tulisan, seseorang memerlukan teknik tersendiri agar tulisannya dapat diterima oleh kalangan masyarakat. Salah satunya adalah memperhatikan ejaan-ejaan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan di dalam Bahasa Indonesia. Kemampuan mengaplikasikan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan syarat utama penulisan bahasa yang digunakan dalam sebuah tulisan. Misalnya dalam penulisan proposal, skripsi, tesis, desertasi dan karangan lainnya yang bersifat ilmiah sangat diperlukan penguasaan ejaan secara mendalam dan menyeluruh.
Problematika saat ini, banyak orang khususnya para pelajar atau mahasiswa yang tidak memperhatikan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam proses penulisan sebuah tulisan. Bahkan hal itu sering kali dianggap remeh sehingga ejaan dalam Bahasa Indonesia menjadi melemah. Kelemahan ejaan ini lama-kelamaan menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan para pelajar atau mahasiswa bahkan dikalangan guru atau dosen sekalipun. Di berbagai sekolah atau Universitas banyak ditemukan kesalahan-kesalahan dalam penulisan sebuah tulisan baik itu ilmiah maupun tidak. Para pelajar atau mahasiswa cenderung mengabaikan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan lebih sering menulis dengan kaidah-kaidah penulisan yang salah. Misalnya dalam penggunaan tanda baca, pemakaian huruf, penulisan kata, penulisan kata ganti dan lain sebagainya. Untuk itu seharusnya kita semua lebih mendalami pembelajaran dalam penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan cara memperhatikan kaidah-kaidah penulisan di dalam Bahasa Indonesia sehingga kelemahan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Bahasa Indonesia dapat berkurang. Dalam artikel ini saya akan memaparkan sedikit tentang penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan kelemahannya dalam penulisan sebuah tulisan.
Tanda baca merupakan unsur yang penting dalam bahasa tulis. Tanda baca dapat membantu pembaca untuk dapat memahami jalan pikiran penulisannya. Jika tidak ada tanda baca maka kita akan sulit memahami sebuah tulisan. Pemakaian tanda baca meliputi tanda titik, tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, tanda petik dan lain sebagainya. Tanda-tanda tersebut memiliki fungsi masing-masing dalam penggunaannya. Namun biasaanya para pelajar atau mahasiswa tidak menyadari bahwa penempatan tanda baca dalam sebuah tulisan sangatlah penting sehingga cenderung tidak teliti.
Pemakaian huruf khususnya huruf kapital dalam penulisan sebuah tulisan sering ditemukan kesalahan. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, huruf pertama kata yang berkenaan dengan agama, kitab suci dan nama Tuhan, huruf pertama petikan (kutipan) langsung, huruf pertama kata yang menyatakan gelar kehormatan, gelar keturunan yang diikuti dengan nama orang, huruf pertama nama jabatan atau pangkat  dan lain sebagainya. Para pelajar atau mahasiswa biasanya tidak menempatkan pemakaian huruf kapital sesuai dengan penggunaannya. Misalnya pada awal penulisan kalimat menggunakan huruf kecil, di tengah kalimat menggunakan huruf besar padahal bukan merupakan nama gelar atau kota.
Penulisan kata mencakup kata dasar, kata turunan, kata ulang, gabungan kata, kata berimbuhan, bentuk singkatan dan akronim. Penulisan kata dasar dihadapkan pada penulisan baku dan tidak baku. Kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda (-). Misalnya kata ulang orang-orang tetapi kebanyakan para pelajar atau mahasiswa menuliskan kata ulang yang salah yaitu disingkat menjadi orang2. Hal itu menandakan bahwa mereka telah menyalahi aturan dalam penulisan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Penulisan kata ganti juga sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari. Kata ganti dalam Bahasa Indonesia, seperti aku, saya, kita, kamu, engkau, dia, beliau dan mereka ditulis lengkap dan dipisah tetapi kata ganti aku menjadi ku, kamu menjadi mu, dia menjadi nya harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya kata buku dengan kata ganti mu ditulis menjadi buku mu hal itu merupakan penulisan yang salah. Penulisan yang benar yaitu kata buku dengan kata ganti mu seharusnya digabung.
Kesalahan-kesalahan seperti itu sering kali terjadi dalam Bahasa Indonesia. Seseorang tidak pernah menyadari bahwa kesalahan tersebut walaupun terlihat remeh tetapi sebenarnya sangat fatal. Seharusnya dalam penulisan sebuah tulisan atau karya tulis seseorang lebih memperhatikan penggunaan Ejaan Yang disempurnakan (EYD) agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan dalam bahasa penulisan. Selain itu seseorang harus menyadari betapa pentingnya mematuhi aturan atau kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar agar sebuah tulisan atau karya tulis dapat diterima oleh kalangan masyarakat dan dapat dijadikan sebuah contoh tulisan yang telah memenuhi aturan atau kaidah-kaidah penulisan didalam Bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar