Sabtu, 04 Mei 2013

PEMAHAMAN UJARAN MANUSIA


Komprehensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses mental di mana pendengar mempersepsi bunyi yang dikeluarkan oleh seorang pembicara dan memakai bunyi-bunyi itu untuk membentuk suatu interpretasi tentang apa yang dia perkirakan dimaksud oleh pembicara. Setelah  pemahaman atas ujar itu terjadi, pendengar menentukan, apakah ada tindakan yang perlu dilakukan sesuai dengan apa yang difahami.
1.      Struktur Batin dan Struktur Lahir
Bahwa makna suatu kalimat ternyata tidak hanya ditentukan oleh wujud permukaan yang kita dengar atau lihat saja tetapi bahkan terutama oleh representasi yang mendasarinya. Dengan kata lain, suatu kalimat tidak hanya memiliki struktur lahir tetapi juga struktur batin
2.      Proposisi
Unit-unit makna pada kalimat dinamakan proposisi (Clarak dan Clarak 1977 : 11). Proposisi terdiri dari dua bagian ; (1) argument, yakni, ihwal atau ihwal-ihwal yang dibicarakan, dan (b). predikasi, yakni, pernyataan yang dibuat mengenai argument.
3.      Konstituen sebagai Relita Psikologis
Konstituen bukanlah hanya sekedar potongan kalimat yang sifatnya arbiter saja. Pemotingan kalimat mennjadi konstituen mempunyai landasan psikologis maupun sintaksis yang kuat. Pertama, konstituen merupakan satu kesatuan yang utuh secara konseptual. Kedua, pemotongan kelompok kata di luar konstituen akan mengganggu komprehensif. Ketiga, yang kita simpan dalam memori kita bukanlah kata-kata yang lepas dari konstituenya, tetapi kesatuan makna makna dari masing-masing konstituen.
4.      Strtegi dalam Memahami Ujaran
Dalam memahami suara ujaran. Ada paling tidak tiga faktor yang ikut membantu. Pertama adalah faktor yang berkaitan dengan pengetahuan dunia. Disamping pengetahuan tentang dunia, dalam memahami ujaran kita juga dibantu oleh faktor-faktor sintaktik . Kalimat terdiri dari konstituen, dan onstituen juga memiliki stuktur tertentu. Struktur konstituen inilah yang membantu kita memahami ujaran. Dengan kata lain, kita dapat memakai strategi-strategi sintaktik  untuk membantu memahami suatu ujaran.
Selain strategi sintaktik, ada juga memakai strategi semantik dalam memahami ujaran. Berikut adalah beberapa strategi semantik yang dipakai:
a.       Pakailah nalar dalam memahami ujaran.
b.      Carilah konstituen yang memenuhi syarat-syarat semantik tertentu.
c.       Apabila ada urutan kata N V N, maka N yang pertama adalah pelaku  perbuatan, kecuali ada tanda-tanda lain yang mengingkarinya.
d.      Bila dalam wacan kita temukan pronominal seperti dia, mereka, atau kami, mundurlah dan carilah antesiden untuk pronominal ini
e.       Informasi lama biasanya mendahului informasi baru.
5.      Ambiguitas
Dalam percakapan tersebut kadang-kadang kita menemukan kalimat yang maknanya lebih dari satu yang bisa disebut ambigu atau taksa
·         Macam-macam Ambiguitas
a.       Ambiguitas leksikal ialah ambiguitas karena bnetuk leksikal yang dipakai.
b.      Ambiguitas Gramatikal ialah ambiguitas disebabkan oleh struktur kalimat yang dipakai. Dalam bahasa Indonesia jika dua nomina berjejer sebagai frasa maka nomina yang kedua menerangkan nomina yang pertama.
·         Teori Tentang Ambiguitas
Teori yang pertama yaitu Garden Path Theory (GPT) menurut teori Frazier tahun 1987 dalam Soenjono D.:2012, orang membangun makna berdasrkan pengetahuan sintaktik. Kita seolah-olah berjalan dikebun melewati jalan setapak, tetapi setelah tahu jalan itu keliru barulah kita balik untuk mencari jaln yang lain.
Teori yang lain ialah teori yang dinamakan Constraint Satifaction Theory. Model-model teori ini mengikuti pandangan kaumkaum koreksionis yang menyatakan bahwa unit-unit pemrosesan awal memiliki daya asosiatif yang berbeda-beda.
·         Pemrosesan Kalimat Non-Harfiah
Metaphor ialah kata yangmengungkapkan persamaan sesuatu dengan sesuatu yang lain meskipun keduanya tidaklah sama.

·         Pemrosesan Secara Sintaktik atau Semantik
Kompetensi kita sebagi penutur asli sintaksis bahasa kita meupakn bekal intuitif yang membimbing kita untuk menerima, menolak, meragukan dan mendeteksi ambiguitas suatu kalimat. Sebagai penutur asli, kita juga memiliki intuisi semantic, baik yang sifatnya universal maupun local.
6.      Penyimpanan Kata
Berikut adalah proses memahami makna sebuah kata misalkan pada kata pena.
a.       Pertama, kita harus menemukan apakah keempat bunyi yang didengar , /p/ /e/ /n/ /a/, adalah bahasa kita.
b.      Kedua, kita harus mengumpulkan fitur yang secara alami melekat pada benda itu, bentuk fisiknya,
c.       Ketiga, kita harus membandingkan denan benda-benda lain yang fitur-fiturnya tumpang tindih dengan fitur-fitur kata tersebut, misalkan pensil, kapur, spidol, stabile dan marker.
d.      Keempat, memilih antara beberapa benda tersebut yang memiliki semua syarat. Selanjutnya preses yang dilakukan adalah proses eliminasi: pensil memenuhi banyak syarat tapi wujud fisik tulisannya bukan dari tinta, spidol juga memenuhi banyak syarat akan tetapi hasil tulisannya juga tidak sama.


DAFTAR PERTANYAAN
1.      Bagaimanakan proses atau tahap-tahap ujaran manusia!
2.      Apa perbedaan struktur lahir dan batin dalam pemahaman ujaran manusia!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar